PATI, PresisiNusantara.com || Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Pati di awal tahun 2026 ini mengakibatkan kerusakan yang luar biasa. Selain banjir yang merendam areal pemukiman, menghancurkan ribuan lahan pertanian dan tambak, ada tanah longsor yang memutus tiga jembatan.

Terkait penanganan bencana secara komprehensif, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mempercepat pemulihan pasca bencana. Salah satunya adalah perbaikan inrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana.

Selain itu tak kalah penting menurut Ali adalah normalisasi sungai secara menyeluruh. Pasalnya, sedimentasi atau pendengkalan sungai menjadi pemicu tidak kuatnya debit sungai yang kemudisen meluber ke pemukiman warga.

“Untuk jangka panjang, bisa direncanakan pembangunan sodetan Sungai Silugonggo. Selain itu, normalisasi sungai harus mulai dilakukan tahun ini dengan menyiapkan alat-alat berat yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung upaya penghijauan di kawasan Pegunungan Kendeng yang telah dikoordinasikan dengan para kepala desa. Pemkab Pati, imbuhnya, juga telah menyalurkan berbagai bibit tanaman, seperti kopi dan alpukat, sesuai kebutuhan desa, untuk mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat dan media untuk melaporkan jika ada warga terdampak yang belum menerima bantuan agar segera ditindaklanjuti melalui BPBD atau Dinas Sosial.

“Ini bagian dari komitmen DPRD untuk dalam penanganan setiap kebencanaan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah hingga masa pemulihan,” tukasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *