Pembangunan gedung sekolah Menengah Pertama (SMP) satu atap Negeri Poncomulyo Kecamatan Sukolilo Pati Diduga Menyalahi RAB

PRESISINUSANTARA.NEWS, PATI 23 Oktober 2025, Proyek Revitalisasi sekolah SMP satu atap yang menelan biaya APBN cukup fantastis Mencapai Rp.2 493 000 000 (Dua Miliaran empat Ratus Sembilan puluh tiga Rupiah) diduga tidak sesuai spek dan RAB.

Projek pembangunan REVITALISASI gedung sekolah yang berlokasi di SMPN SATU ATAP PONCOMULYO SUKOLILO kabupaten Pati Jawa Tengah Yang dikerjakan swakelola oleh Kepala sekolah tidak sesuai standar pembangunan yang layak.

Karna pembangunan tersebut menggunakan matrial padas giling bukan pasir Muntilan serta kurangnya perencanaan sehingga terlihat di kerjakan asal jadi, sehingga kwalitasnya sangat diragukan.

Contoh pondasi aja juga menggunakan padas giling bukan pasir. Didalam pengerjaan proyek swakelola ini sangat minim pengawasan sehingga mana bahan material yang digunakan Asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kwalitas.

Namun sayangnya, gedung sekolah yang menjadi kebanggaan warga masyarakat setempat untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas, justru dikerjakan secara asal – asalan.

Anehnya, meski dikerjakan secara asal – asalan, namun dibiarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pati.

Terkait dengan itu, muncul dugaan dari kalangan warga masyarakat setempat bahwa kemungkinan ada konspirasi negatif antara oknum Dinas Pendidikan dan yang menangani swakelola project tersebut. sehingga mereka membiarkannya.

Hasil investigasi beberapa awak media dan lembaga di lapangan tempat pekerjaan proyek kegiatan, bahwa pekerjaan sekolah tersebut di duga memang tidak sesuai spek dan perencanaan, Bahan Material batu padas di giling dijadikan Pasir.

Juga para pekerja tidak menggunakan K3, semoga dengan peristiwa ini kepala dinas pendidikan mendengar kejadian ini dan segera turun ke lapangan guna melihatnya secara langsung apa yg terjadi biar semua jelas dan belum terlanjur menjadi temuan KPK.

Narasumber: B.S

Reporter: (Bang_Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *