PATI, PresisiNusantara.com || Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo, menekankan pentingnya penanganan stunting secara serius oleh pemerintah.

Salah satunya dengan memperkuat konvergensi pencegahan stunting yang dilakukan secara terkoordinasi, terpadu, dan menyasar kelompok prioritas di lingkungan lintas agama.

Bandang juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi, perbaikan pola asuh, serta peningkatan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga.

“Melalui pendekatan lintas iman, diharapkan pesan hidup bersih, sehat, dan bergizi dapat tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Meski target penurunan stunting nasional sebesar 14% pada akhir 2024 belum tercapai, dengan capaian nasional 19,8%, Jawa Tengah 17,0%, dan Kabupaten Pati 16,5%, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat strategi pencegahan.

Rekomendasi yang disampaikan meliputi deteksi dini gizi pada ibu hamil, pemberian suplemen, perbaikan tata kelola penanganan ibu dan balita, serta pemenuhan akses air dan sanitasi sehat.

Selain itu, peningkatan peran masyarakat juga menjadi fokus, termasuk melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal yang disertai edukasi pola asuh, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan bergizi, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

Politisi dari PDIP ini menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, melainkan juga menyentuh dimensi moral, sosial, dan spiritual.

“Ini harus menjadi komitmen bersama dalam mencegah stunting, meningkatkan kualitas hidup,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *