
PATI, PresisiNusantara.com || Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk merealisasikan target produktivitas pertanian hingga 10 ton per hektare.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi ini menjadi sarana evaluasi terhadap sejauh mana metode “10 Ton Bisa” telah disosialisasikan, diterapkan, dan membuahkan hasil di lapangan.
“Alhamdulillah sampai sekarang ini sudah beberapa desa membuktikan hasilnya, sudah bisa 10 ton lebih,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muslihan mengapresiasi dukungan dari Dandim 0718/Pati yang turut membantu petani melalui penerapan Mikroba PA63 WD05.
Ia menuturkan bahwa penggunaan mikroba ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 2 ton per hektare, sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan memperpendek masa tanam.
Selain fokus pada peningkatan hasil padi, Ia juga menyoroti pengembangan sejumlah komoditas hasil pertanian di Kabupaten Pati. Ia berharap musim tanam berikutnya dapat dimanfaatkan untuk memperluas lahan tembakau secara signifikan.
Ketua Komisi B ini optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani akan mampu menjadikan Kabupaten Pati sebagai salah satu daerah dengan produktivitas pertanian terbaik di Jawa Tengah.
Ia pun menegaskan bahwa upaya peningkatan sektor pertanian ini merupakan bagian penting dari misi besar mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani Pati. (Red)