
PATI, PresisiNusantara.com — Rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk menghidupkan kembali Plaza Pragolo sebagai pusat oleh-oleh dan ikon daerah tampaknya masih berjalan di tempat. Memasuki Juli 2026, pusat pertokoan yang digadang-gadang menjadi etalase produk lokal ini justru semakin sepi tanpa realisasi pembenahan yang konkret.
Kondisi memprihatinkan ini memantik respons dari Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto. Ia mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis agar aset daerah tersebut tidak mubazir dan bisa kembali berfungsi sesuai tujuan awalnya.
“Hari Selasa lalu saya meninjau langsung ke Plaza Pragolo. Faktanya sangat disayangkan, suasananya sepi senyap dan mayoritas kios memilih tutup,” ungkap Joni saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7/2026).
Joni mengenang masa-masa awal Plaza Pragolo beroperasi, di mana tempat tersebut menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif bagi UMKM lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga wisata kuliner.
“Dulu kawasan ini sangat hidup. Ada perajin batik Bakaran, pusat jajanan khas Pati, hingga area food court yang menyajikan kuliner otentik seperti Nasi Gandul, Sego Tewel, dan opor ayam,” kenangnya.
Namun kini, kejayaan itu seolah sirna. Aktivitas di Plaza Pragolo terpantau hanya bertumpu pada area bioskop, sementara koridor pertokoan dan warung kuliner di sekitarnya tampak lumpuh dan ditinggalkan pedagang. (Red)
