PATI, PresisiNusantara.com || Wacana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai Program Beasiswa Garuda mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin. Menurutnya, penggunaan dana APBD bukanlah solusi utama sebelum pemerintah daerah memastikan komitmen perusahaan-perusahaan yang sebelumnya telah menyatakan kesediaannya menyalurkan dana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pembahasan tersebut mencuat setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan memilih menghentikan dukungan CSR yang selama ini menjadi sumber pendanaan Program Beasiswa Garuda.

Menanggapi hal itu, Ali Badrudin menilai pemerintah daerah perlu terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap komitmen yang telah dibangun bersama perusahaan sejak program tersebut dirintis pada masa kepemimpinan mantan Bupati Pati, Sudewo.

Menurutnya, penghentian dukungan CSR tidak semestinya terjadi begitu saja, mengingat program tersebut lahir dari kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.”Intinya Pak Plt harus memanggil para perusahaan yang terlibat. Ini kan dulu komitmen mereka bersama bupati saat itu. Manakala bupati terdahulu dinonaktifkan, maka perusahaan juga tak boleh berhenti karena ini adalah komitmen bersama,” tegas Ali Badrudin.

Ia menambahkan, apabila pemerintah langsung mengalihkan pembiayaan ke APBD tanpa terlebih dahulu mengklarifikasi komitmen perusahaan, maka langkah tersebut dinilai kurang tepat. Sebab, penggunaan APBD harus melalui mekanisme yang panjang dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ali menjelaskan, setiap program yang akan dibiayai melalui APBD wajib melewati tahapan perencanaan, penyusunan anggaran, pembahasan bersama DPRD Kabupaten Pati, hingga penetapan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan karena menyangkut pengelolaan keuangan daerah yang harus akuntabel dan sesuai regulasi.

Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Pati berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera membangun komunikasi yang intensif dengan seluruh perusahaan yang sebelumnya berpartisipasi dalam pendanaan Beasiswa Garuda melalui CSR. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh kejelasan mengenai alasan penghentian dukungan sekaligus mencari solusi terbaik agar program pendidikan tersebut tetap berlanjut.

Apabila perusahaan masih bersedia melanjutkan komitmennya, Ali berharap kerja sama dapat kembali dijalankan sehingga Program Beasiswa Garuda tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah yang berprestasi tanpa membebani keuangan daerah secara langsung. Dengan demikian, keberlangsungan program dapat tetap terjaga melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sebagaimana komitmen yang telah dibangun sejak awal. (Red)

By Presisinusantara.com

AHU - 0035698.AH.01.01.Tahun 2021 Tanggal 03 Juni 2021 Web: Presisinusantara.com Tiktok: Presisi Nusantara Fb: Presisi Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *