
PATI, PresisiNusantara.com || Progres pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pati terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), hingga saat ini sebanyak 27 ruas jalan telah memasuki tahap penanganan, dengan enam ruas di antaranya telah rampung dikerjakan dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Seiring berlangsungnya proyek tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk ikut mengawal proses pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, pengawasan bersama sangat penting agar setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan teknis, spesifikasi, serta penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.
Ali menilai peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada publik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah. Dengan keterlibatan media, proses pelaksanaan proyek yang didanai melalui anggaran pembangunan jalan sekitar Rp210 miliar dapat dipantau secara terbuka sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengawasan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial,” ujar Ali.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Pati juga memberikan perhatian terhadap masih adanya sejumlah ruas jalan yang belum dapat ditangani pada tahun anggaran 2026. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum seluruh kebutuhan perbaikan infrastruktur dapat dipenuhi.
Untuk itu, usulan penambahan alokasi anggaran pembangunan jalan pada APBD Tahun 2027 yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, akan menjadi salah satu agenda pembahasan di Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pati. Pembahasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak pada percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.
Ali berharap apabila penambahan anggaran disetujui, prioritas penggunaannya benar-benar difokuskan pada penanganan ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, laporan kerusakan jalan yang terus disampaikan warga dari berbagai kecamatan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari banyaknya proyek yang selesai dikerjakan. Yang tidak kalah penting adalah kualitas hasil pekerjaan, ketepatan pelaksanaan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pati, DPRD, DPUTR, media, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pati diharapkan dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.(Red)
