
PATI, PresisiNusantara.com || Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menilai pengawasan dari lingkungan keluarga dan sekolah perlu diperkuat menyusul maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar.
Belum lama ini, puluhan pelajar diamankan aparat kepolisian setelah diduga terlibat tawuran di kawasan Jalan Lingkar Selatan. Peristiwa tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pembinaan terhadap remaja harus dilakukan secara lebih intensif agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurut politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, lemahnya kontrol sosial, minimnya komunikasi dalam keluarga, serta kurang optimalnya pengawasan menjadi faktor yang turut memengaruhi perilaku remaja. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak-anak, baik secara langsung maupun melalui sarana komunikasi yang tersedia.
“Orang tua dapat memanfaatkan telepon seluler untuk memastikan keberadaan dan aktivitas anak. Dengan begitu, pengawasan tetap bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ujar Muntamah.
Ia juga menyayangkan munculnya fenomena tawuran antarpelajar yang bahkan melibatkan penggunaan senjata tajam. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena mengancam keselamatan para pelajar sekaligus mencoreng masa depan generasi muda.
Selain memperkuat peran keluarga dan guru di lingkungan sekolah, Muntamah menegaskan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah melalui dinas terkait dalam menyusun langkah-langkah pencegahan, pembinaan, hingga penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Menurutnya, sekolah juga harus memiliki tanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap peserta didik. Oleh sebab itu, ia mengusulkan adanya sanksi yang tegas bagi sekolah apabila terbukti lalai dalam mengawasi siswanya hingga terlibat aksi tawuran.
“Dengan adanya sanksi tersebut, kami berharap setiap sekolah semakin proaktif melakukan pengawasan, pembinaan karakter, serta pencegahan agar para siswa tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun bentuk kenakalan remaja lainnya,” pungkasnya. (Red)
