
PATI, Presisinusantara.com – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati sepanjang tahun 2025 menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat, guna menekan angka kecelakaan yang masih tergolong tinggi.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara dengan selalu mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas harus menjadi kebiasaan setiap pengguna jalan demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ia menjelaskan, tingginya angka kecelakaan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kendaraan maupun infrastruktur jalan. Faktor perilaku pengendara yang kurang disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas juga menjadi penyebab utama terjadinya berbagai kecelakaan.
“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap disiplin dalam berkendara harus terus ditingkatkan agar angka kecelakaan dapat ditekan,” ujar Endah.
Berdasarkan data yang diterima DPRD Kabupaten Pati, sepanjang tahun 2025 tercatat 1.518 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, total korban mencapai 2.055 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia, sedangkan 2.021 korban lainnya mengalami luka ringan.
Data tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan langkah penanganan secara komprehensif. Selain peningkatan kualitas infrastruktur jalan, edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas dinilai perlu terus digencarkan kepada masyarakat.
Endah berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga masyarakat, dapat memperkuat sinergi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan meningkatnya kesadaran dan disiplin pengguna jalan, diharapkan angka kecelakaan di Kabupaten Pati dapat terus ditekan sehingga keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin. (Red)
