
PATI, Presisinusantara.com – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperkuat budaya literasi di tengah derasnya perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial. Dengan kegiatan Workshop Mendongeng yang digelar Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati di GOR Pesantenan Pati.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. GOR Pesantenan tampak dipenuhi pelajar mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK, para guru atau pendidik, pegiat literasi, komunitas dongeng, serta masyarakat Kabupaten Pati.
Endah Sri Wahyuningati menilai kegiatan mendongeng memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menjadi salah satu cara menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana anak mendapatkan nilai-nilai positif melalui cerita yang menarik dan edukatif.
Melalui kegiatan mendongeng, anak-anak diharapkan dapat mengenal serta menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan. Di sisi lain, aktivitas tersebut juga mampu mendorong tumbuhnya imajinasi dan kreativitas anak.
“Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk berimajinasi, berkreasi, sekaligus belajar nilai-nilai kehidupan. Mendongeng menjadi salah satu media yang sangat baik untuk membangun karakter dan memperkuat budaya literasi,” ujar Endah.
Ia mengapresiasi Pemkab Pati melalui Dinarpus yang menghadirkan kegiatan literasi dengan konsep yang kreatif dan melibatkan berbagai kalangan. Menurutnya, gerakan literasi harus terus dikembangkan agar tidak kalah dengan derasnya arus informasi digital.Selain dihadiri Plt Bupati Pati dan Kepala Dinarpus Kabupaten Pati, kegiatan tersebut juga menghadirkan Bagus Arya sebagai narasumber Workshop Mendongeng.
Tidak hanya workshop mendongeng, rangkaian kegiatan Festival Literasi juga dikemas dengan berbagai agenda menarik, mulai dari bazar UMKM, bedah buku, pelatihan membuat komik, lomba menggambar tingkat SD, hingga panggung interaktif Kampung Dongeng.
Endah berharap kegiatan semacam ini dapat digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah maupun masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas literasi, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan generasi Pati yang kreatif, berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Era digital tidak harus dijauhi, tetapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya literasi. Anak-anak harus kita dorong agar menjadi generasi yang kreatif, jujur, berkarakter, dan cerdas dalam menggunakan teknologi,” pungkasnya. (Red)
