PATI, PresisiNusantara.com || Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, bersama Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan pemerintah yang menetapkan harga khusus BBM non-subsidi bagi pengusaha nelayan dengan kapal berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT) sebesar Rp15.000 per liter.

Kebijakan tersebut disambut antusias oleh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Pati. Pasalnya, harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp30.000 per liter kini turun hingga separuhnya menjadi Rp15.000 per liter, sehingga diharapkan mampu meringankan beban operasional saat melaut.

Ali Badrudin menilai keputusan pemerintah pusat merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada nelayan yang selama ini menghadapi tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga BBM non-subsidi. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi yang terus diperjuangkan para nelayan sejak beberapa bulan terakhir.

“Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi ribuan nelayan di Kabupaten Pati. Pemerintah telah mendengar dan merespons aspirasi masyarakat pesisir dengan langkah konkret yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pada 4 Mei 2026, ribuan nelayan sempat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Pati untuk menyampaikan tuntutan terkait tingginya harga BBM. Aspirasi tersebut kemudian terus diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat melalui berbagai jalur komunikasi dan koordinasi.

Menurut Ali Badrudin, turunnya harga BBM diyakini akan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pesisir. Beban operasional yang lebih ringan akan mendorong nelayan lebih aktif melaut, meningkatkan hasil tangkapan, memperkuat pendapatan keluarga nelayan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan nasional.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kesejahteraan nelayan. Ia berharap kebijakan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir di Kabupaten Pati.Kebijakan harga khusus BBM bagi nelayan itu merupakan hasil arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar di Hambalang, Kabupaten Bogor.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pengusaha nelayan dengan kapal berukuran 30–200 GT kini memperoleh harga BBM sebesar Rp15.000 per liter sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan daya saing sektor perikanan. Sementara itu, nelayan dengan kapal di bawah 30 GT tetap memperoleh BBM dengan harga Rp6.800 per liter.Airlangga juga menjelaskan bahwa harga keekonomian solar dalam negeri diperkirakan berada di kisaran Rp18.600 per liter. Selisih sekitar Rp3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga telah menyiapkan kuota sekitar 400.000 ton untuk memenuhi kebutuhan selama enam bulan ke depan.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kementeriannya segera menerbitkan regulasi sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden agar kebijakan tersebut dapat segera diterapkan di lapangan.

Dengan diberlakukannya harga khusus BBM tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Pati berharap sektor perikanan kembali bergairah, produktivitas nelayan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus tumbuh seiring dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. (Red)

By Presisinusantara.com

AHU - 0035698.AH.01.01.Tahun 2021 Tanggal 03 Juni 2021 Web: Presisinusantara.com Tiktok: Presisi Nusantara Fb: Presisi Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *