PATI, Presisinusantara.com – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menerima audiensi bersama Asosiasi Peternak Pati yang menyampaikan aspirasi terkait penyerapan telur dan daging ayam hasil produksi peternak lokal ke dalam rantai pasok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎‎Audiensi tersebut menjadi ruang dialog antara peternak dan DPRD untuk membahas peluang serta mekanisme penyerapan hasil produksi peternakan lokal dalam mendukung kebutuhan bahan pangan program MBG.

‎‎Muslihan menilai keberadaan asosiasi peternak memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang lebih terarah antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan DPRD. Menurutnya, asosiasi dapat menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi sekaligus memudahkan koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi peternak.‎‎

“Keberadaan asosiasi penting untuk mencegah terjadinya miskomunikasi antara peternak, pemerintah daerah, dan DPRD. Karena itu, komunikasi harus dibangun secara terbuka dan berdasarkan data yang jelas,” ujar Muslihan.‎‎

Ia juga meminta Asosiasi Peternak Pati memiliki data yang valid dan terperinci mengenai para peternak yang tergabung di dalamnya. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam memetakan jumlah peternak, kapasitas produksi, serta potensi pasokan yang dapat diserap untuk kebutuhan program MBG.‎‎

Menurut Muslihan, pendataan yang akurat akan membantu pemerintah dan pihak terkait dalam menyusun kebijakan serta menentukan pola penyerapan produk peternakan secara lebih tepat sasaran.‎‎

Di sisi lain, aspirasi peternak agar telur dan daging ayam lokal dapat masuk dalam rantai pasok MBG dinilai sejalan dengan upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal. Jika dapat dikelola secara baik, program tersebut berpotensi memberikan kepastian pasar sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternak di daerah.‎‎

DPRD Pati mendorong agar komunikasi antara asosiasi peternak, pemerintah daerah, pengelola MBG, dan seluruh pihak terkait terus diperkuat. Dengan dukungan data yang jelas dan koordinasi yang baik, peluang penyerapan produk peternakan lokal diharapkan dapat semakin terbuka.

‎‎Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, di mana kebutuhan pangan bergizi untuk program MBG dapat terpenuhi, sementara peternak lokal memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. (Red)

By Presisinusantara.com

AHU - 0035698.AH.01.01.Tahun 2021 Tanggal 03 Juni 2021 Web: Presisinusantara.com Tiktok: Presisi Nusantara Fb: Presisi Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *