
PATI, Presisinusantara.com — Ajang olahraga Piala Kemerdekaan Pati Open 2026 resmi dibuka dengan meriah di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung, Universitas Safin Pati. Kejuaraan woodball tersebut diikuti sebanyak 228 atlet dari empat provinsi, sekaligus menjadi momentum untuk memperingati semangat kemerdekaan dan mendorong perkembangan olahraga woodball dari tingkat daerah hingga nasional.
Dari total peserta, sebanyak 109 atlet berlaga di kategori senior, sedangkan 119 atlet mengikuti kategori junior. Para peserta tersebut tergabung dalam 21 klub yang datang dari berbagai kabupaten dan kota.
Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya diikuti atlet dari wilayah Jawa Tengah. Sejumlah klub dan atlet dari luar provinsi turut ambil bagian, sehingga Piala Kemerdekaan Pati Open 2026 menjadi ajang kompetisi yang memiliki cakupan lebih luas.
Empat provinsi yang mengirimkan klub dan atlet dalam kejuaraan tersebut meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Banten.
Dalam acara pembukaan, hadir sejumlah unsur pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), DPRD Kabupaten Pati, serta jajaran Pengurus Woodball Provinsi Jawa Tengah.
Dari jajaran KONI Kabupaten Pati, kegiatan diwakili oleh Sukardi beserta tim. Sementara dari unsur DPRD Kabupaten Pati, hadir Teguh Bandang Waluyo yang mewakili Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, yang berhalangan hadir karena memiliki agenda lain.
Kehadiran Teguh Bandang Waluyo menjadi bentuk dukungan DPRD Kabupaten Pati terhadap penyelenggaraan sekaligus pembinaan olahraga woodball di Kabupaten Pati. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, KONI, klub, atlet, dan organisasi olahraga dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.
Sementara itu, dari jajaran Woodball Provinsi Jawa Tengah, turut hadir Ketua Woodball Jawa Tengah Ardhana Arifianto, S.E., bersama Sekretaris Siswo Abadi.
Piala Kemerdekaan Pati Open 2026 tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarklub, meningkatkan pengalaman bertanding para atlet, serta membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet woodball potensial.
Kejuaraan yang digelar dalam semangat memperingati kemerdekaan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga woodball, khususnya di Kabupaten Pati dan Jawa Tengah.
Dukungan dari pemerintah daerah, KONI, DPRD Kabupaten Pati, serta jajaran Pengurus Woodball Provinsi Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga woodball secara berkelanjutan.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 228 atlet dari empat provinsi, Piala Kemerdekaan Pati Open 2026 sekaligus menunjukkan bahwa olahraga woodball memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional. (Red)
